2/18/18

Waspada! Dampak Buruk Dari Penyakit Jantung Koroner

dampak-buruk-dari-penyakit-jantung-koroner

Dampak Buruk Dari Penyakit Jantung Koroner - Penyakit jantung koroner merupakan jenis penyakit yang paling umum dari semua jenis penyakit jantung dan merupakan penyakit pembunuh No. 1 di dunia. Menurut sebuah penelitian di Amerika menyebutkan penyakit jantung koroner ini telah membunuh lebih dari 370.000 orang setiap tahunnya. Kasus orang yang meninggal akibat penyakit jantung koroner sudah bukan berita baru lagi. Tidak hanya di Indonesia, namun juga diseluruh dunia.

Jantung merupakan organ vital pusat aliran darah pada tubuh, seiring bertambahnya usia keelastisan pembuluh darah semakin menurun, diiringi dengan radikal-radikal bebas dan plak lemak yang dapat hinggap di dinding pembuluh darah. Memiliki usia lanjut memang tidak bisa menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit, termasuk resiko jantung koroner. Resiko bahaya penyakit ini memang lebih cenderung menyerang usia lanjut, tetapi tidak menutup kemungkinan anak-anak ataupun remaja terserang jantung koroner.

Lalu, apa itu penyakit jantung koroner?

dampak-buruk-dari-penyakit-jantung-koroner
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang menyerang bagian tubuh, sasaran utamanya adalah jantung. Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan pada bagian pembuluh darah, yaitu bagian arteri koroner. Dengan tersumbatnya aliran darah di bagian tersebut, membuat darah yang kaya akan oksigen jadi terhalang untuk menyuplai makanan dan nutrisi ke bagian otot jantung. 

Bukan hanya penyumbatan aliran darah saja, tapi juga termasuk adanya penyempitan. Penyempitan ini terjadi karena penumpukan kolesterol dan bahan lainnya, yang disebut plak. Plak akan semakin besar sehingga aliran darah ke otot jantung semakin sedikit dan semakin sulit. Akibatnya otot jantung tidak bisa mendapatkan darah atau oksigen yang dibutuhkan. Ketika jaringan kurang asupan oksigen, maka dapat terjadi serangan jantung. Serangan jantung inilah yang merupakan kegawatan medis karena menyebabkan kerusakan jantung permanen atau bahkan kematian.

Gejala atau Ciri Ciri Penyakit Jantung Koroner
  • Nyeri pada bagian dada (angina)
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Perut mengalami pembengkakan
  • Rasa mual dan nafsu makan berkurang
  • Mudah merasa lelah
  • Nafas terasa sesak dan terengah-engah
  • Mudah berkeringat
  • Sakit pada lengan kiri dan tangan kanan (pada wanita)
  • Sakit pada lengan kiri (pada laki-laki)

Dampak Buruk Dari Penyakit Jantung Koroner

Bagi Anda yang menderita atau tidak, sudah seharusnya Anda mengetahui beberapa dampak penyakit jantung koroner yang ditimbulkan. Hal ini tentunya akan membuat Anda menjadi lebih waspada dan bisa lebih tanggap ketika terjadi sebuah permasalahan pada tubuh Anda. Umumnya efek penyakit jantung pada tubuh adalah dapat mempengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan salah satunya mengalami stress atau depresi. Akan tetapi untuk lebih jelasnya, berikut beberapa dampak bahaya penyakit jantung koroner:
  • Gagal Jantung atau Heart Failure
Sebagaimana penyakit jantung koroner melemahkan daya pompa jantung, gagal jantung menjadi salah satu komplikasi penyakit jantung koroner yang sangat berbahaya. Jika beberapa area pada jantung kekurangan oksigen dan nutrisi secara kronis, karena berkurangnya aliran darah, atau jika jantung Anda telah rusak oleh serangan jantung, jantung Anda mungkin akan menjadi lemah untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhuhan tubuh Anda. Nah, kondisi inilah yang disebut dengan gagal jantung.
  • Kerusakan Pada Organ Ginjal dan Liver
Mengapa demikian? Seperti yang diketahui fungsi organ ginjal adalah menyaring darah sekaligus mengatur keseimbangan kadar gula darah dan tingkat asam basa darah tersebut. Jika kinerja jantung tidak normal maka akan mempengaruhi metabolisme ginjal secara langsung. Begitu juga dengan fungsi liver yang memproduksi protein penting bagi darah dalam ginjal, jika organ jantung rusak maka fungsi liver pun akan terganggu.
  • Detak Jantung Yang Tidak Normal (Aritmia)
Ketika seseorang sedang beristirahat, jantung berdetak normal sekitar 60 sampai 80 kali dalam satu menit. Beberapa jenis aritmia dapat menyebabkan kehilangan kemampuan memompa tanpa kontrol yang stabil, diantaranya bradikardia (detak jantung lambat), takikardia (detak jantung cepat) ataupun vibrilasi.
  • Resiko Terkena Ateroklerosis
Ateroklerosis juga menjadi dampak buruk dari penyakit jantung koroner. Ateroklerosis Merupakan suatu gangguan yang menyebabkan pembuluh darah menjadi sempit atau terhambat karena adanya penumpukan plak pada dinding dindingnya. Hal ini menyebabkan jantung kekurangan suplai darah yang berasal dari seluruh tubuh. Akibatnya jantung menjadi lemah, yang mana beresiko rusak bahkan mati. Biasanya penderita yang terkena aterosklerosis ini memiliki kebiasaan dan pola hidup yang buruk. Salah satunya adalah kebiasaan merokok, meminum alkohol, tidak menyukai olah raga, serta memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Memiliki Kadar Kolesterol Yang Tinggi
Penderita jantung koroner pada umumnya adalah orang yang memiliki berat badan lebih. Hal ini dikarenakan pembuluh darah yang sempit akibat penyumbatan lemak tubuh. Kolesterol jahat inilah yang akan membuat Anda beresiko terkena penyakit yang mematikan.

Pada stadium yang parah, penderita penyakit jantung koroner akan mengalami kehilangan kesadaran dan bahkan dapat menyebabkan kematian!
Maka dari itu, Anda harus selalu berhati hati dengan orang yang memiliki penyakit jantung. Tidak boleh mengabarkan berita sembarangan pada mereka. Alih alih malah membuatnya kaget, dan terkena serangan jantung. Ketika penderita penyakit jantung mendengar kabar buruk sedikit, maka detak jantungnya akan berdebar kencang. Hal ini membuat dirinya sesak napas. Bahkan bisa jadi mereka pingsan. Mengapa? Sebab dalam otaknya kekurangan oksigen. Jika di biarkan lama lama, nyawanya tidak bisa tertolong.

Mengurangi Resiko Bahaya dari Penyakit Jantung Koroner

Ada beberapa orang yang sudah menderita penyakit jantung koroner dan mereka masih memiliki harapan untuk hidup. Semua ini sebenarnya juga tergantung dari keinginan dan juga kekuatan mereka untuk tetap dapat hidup. Jika mereka sudah merasa tidak kuat pastinya bisa saja mereka menyerah. Namun sikap yang sebaiknya dimiliki banyak orang adalah sikap pantang menyerah. Jika anda menderita penyakit jantung koroner sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi pada saat akan mengkonsumsi beberapa makanan. Karena makanan juga bisa menuntut anda untuk hidup lebih baik dan juga menjadi salah satu gaya hidup yang sehat. Anda tidak perlu khawatir dengan beberapa makanan yang anda konsumsi.

Berikut makanan baik yang dapat menghindari dari resiko bahaya jantung koroner:
  1. Buah-buahan. Akan membuat tubuh anda merasa lebih sehat dan juga ada banyak vitamin yang masuk.
  2. Sayuran. Akan memberikan tubuh serat yang akan membuat banyak organ bekerja baik. Namun Anda juga harus berjaga agar tidak terlalu banya mengkonsumsi sayur hijau karena justru akan berdampak pada penyakit lain yaitu asam urat.
  3. Ikan. Akan membuat banyak asupan vitamin yang masuk ke dalam tubuh anda yaitu omega 3, hal ini baik untuk penderita penyakit jantung.
Apakah jantung koroner bisa sembuh total ?
Jika Anda sudah divonis mengidap jantung koroner, maka jangan berputus asa. Faktanya ada beberapa penderita sakit jantung koroner bisa sembuh total. Biasanya pengobatan yang dilakukan dari dokter ditujukan untuk membuat jalur arteri (pembuluh darah) yang semula menyempit kembali melebar, sehingga aliran darahpun bisa lancar. Akan tetapi hal ini juga perlu dibarengi dengan gaya hidup yang sehat. Seperti dengan rajin berolahraga, menghindari stress, berhenti merokok, dan menghindari makanan dengan kadar lemak jenuh tinggi.
Secara medis, ada beberapa jenis penanganan penyakit jantung koroner yang bisa dilakukan, diantaranya:
  • Pemberian obat. Jika dari hasil diagnosa dokter diperkirakan masih bisa disembuhkan dengan obat, maka penderita akan diberi obat jantung koroner yang berfungsi untuk membuat aliran darah lebih lancar
  • Angioplasty. Yaitu tindakan medis yang dilakukan untuk memperlebar pembuluh darah yang menyempit.
  • Pemasangan stent pada jantung. Stent ini berbentuk logam kecil dan dipasang dengan tujuan untuk meningkatkan aliran darah ke jantung.
  • Bypass jantung. Yaitu operasi jantung koroner dengan cara membuat saluran baru melewati pembuluh darah yang menyempit.
Pada kasus darurat seperti serangan jantung, penderita sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan. Intinya, jika Anda merasakan ada yang tidak beres dengan jantung Anda, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar pemeriksaan jantung segera dilakukan. Bagi Anda yang tidak terkena jantung koroner, jagalah selalu kesehatan Anda, karena penyakit jantung koroner merupakan pembunuh paling menakutkan yang langsung menyerang jantung manusia secara perlahan dan tidak disadari.

Waspada! Dampak Buruk Dari Penyakit Jantung Koroner