2/14/18

Khasiat dan Manfaat Jahe Untuk Penyakit Jantung

Manfaat Jahe Untuk Penyakit Jantung - Jahe merupakan salah satu jenis rempah tradisional Indonesia yang sudah dikenal sampai ke mancanegara. Selain digunakan sebagai bahan bumbu dapur, ternyata jahe juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Hal ini karena kandungan senyawa di dalam jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa nutrisi penting dalam jahe diantaranya vitamin A, C, E, B kompleks, magnesium, fosfor, kalium, silikom, zat besi, seng, kalsium, dan beta-karoten.

manfaat-jahe-untuk-penyakit-jantung

Manfaat Mengonsumsi Jahe Untuk Kesehatan

  • Menurunkan Resiko Penyakit Jantung dan Stroke
Jahe merupakan salah satu obat rumahan terbaik untuk mencegah penyakit jantung dan stroke. Jahe, bawang merah dan bawang putih adalah makanan super dan mengandung khasiat anti pembekuan darah. Ramuan ini menjaga kesehatan jantung dan melindunginya dari serangan jantung serta stroke.
  • Efek antiinflamasi
Jahe mengandung gingerol yang memiliki sifat antiinflamasi. Konsumsi rutin akan mengurangi rasa sakit pada pasien yang menderita osteoporosis. Menurut sebuah penelitian, pada 247 pasien osteoporosis lebih sedikit obat nyeri yang diperlukan pasien yang mengonsumsi ekstrak jahe, dan mereka juga jarang merasa sakit.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Jahe dapat meningkatkan sisttem kekebalan tubuh, karena jahe mampu membersihkan sistem limfatik. Hal ini dapat memecah toksin yang berkumpul di organ dan membuat tubuh tetap hangat. Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, jahe juga meningkatkan kesehatan pernafasan.
  • Mengobati Infeksi Jamur dan Bakteri
Gingerol dalam jahe dapat mengurangi resiko infeksi jamur dan bakteri. Jahe memiliki kemampuan membunuh bakteri seperti Streptococcus Pyogenes dan Staphylococcus Aures. Karena itu, jahe efektif dalam menghambat pertumbuhan jenis bakteri.
  • Membantu Mencegah diabetes
Senyawa gingerols bioaktif meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mencegah diabetes. Ini bisa melindungi Anda dari diabetes dan komplikasi yang berhubungan dengan penyakit tersebut.

Penelitian Tentang Manfaat Jahe Untuk Penyakit Jantung Koroner

manfaat-jahe-untuk-penyakit-jantung

Menurut penelitian, jahe diyakini dapat mengurangi resiko beberapa penyakit kardiovaskular. Penelitian dilakukan pada pasien yang mengidap hiperlipidemia selama 45 hari. Hasilnya menunjukan bahwa pasien yang menerima kapsul jahe mengalami penurunan yang cukup besar dalam kolesterol, trigliserida, lipoprotein densitas sangat rendah dan low density lipoprotein. Oleh karena itu jahe, memiliki lipid yang sangat efek untuk menurunkan tekanan darah tinggi, dan memiliki peran penting dalam pencegahan asterosklerosis.

Jahe juga dapat mencegah darah dari pembekuan. Tingkat menurunkan kolesterol dan mengurangi pembekuan darah yang disebabkan oleh jahe dapat bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki kondisi jantung dimana pembuluh darah nya tersumbat dan yang menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Cara Mengolah Jahe Untuk Mengobati Penyakit Jantung
  • Cuci bersih jahe yang akan digunakan
  • Gunakan alat untuk menghancurkan dan memipihkan jahe
  • Rebus bersama dengan 4 gelas air di alat pemasak air.
  • Tunggu beberapa saat sampai mendidih, diamkan 10 menit untuk mengurangi terlalu panas
  • Lalu saring dan siap diminum.
Bagaimana sangat mudah bukan? Cara tersebut bisa Anda gunakan untuk mengobati penyakit jantung Anda. Lakukan kebiasaan minum rebusan air jahe setiap hari secara rutin agar hasilnya maksimal. Beberapa referensi merekomendasikan konsumsi jahe minimal 3-4 gram ekstrak jahe setiap harinya. Jika sedang hamil, jangan konsumsi lebih dari 1 gram ekstrak jahe setiap harinya. Jahe tidak direkomendasikan untuk anak usia dibawah 2 tahun. Tidak hanya dengan ramuan itu juga, barengi terapi pengobatan dengan berolahraga secara teratur serta menjalani pola hidup sehat.

Efek Samping Penggunaan Jahe Jika Terlalu Berlebihan
  1. Bagi Ibu Hamil. Konsumsi jahe pada saat kehamilan masih kontroversial, karena ada beberapa kekhawatiran bahwa jahe dapat mempengaruhi hormon seks janin. Terdapat laporan keguguran janin saat berumur 12 minggu, pada wanita yang mengkonsumsi jahe untuk mengatasi morning sickness.
  2. Ibu Menyusui. Tidak cukup diketahui tentang keamanan mengkonsumsi jahe selamat menyusui. Jadi untuk tindakan yang paling aman adalah tidak mengkonsumsinya.
  3. Resiko Pendarahan. 
  4. Pada seseorang yang mengidap penyakit diabetes,penggunaan jahe perlu disesuaikan dengan obat diabetes yang diberikan oleh tenaga medis.
Pada intinya mengonsumsi jahe memang aman selama dalam dosis yang rendah. Akan tetapi, jahe juga dapat berinteraksi dengan obat lain, herbal atau suplemen dan menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu sangat penting untuk mencari tahu dari dokter sebelum menggunakan ramuan ini sebagai tujuan pengobatan.

Khasiat dan Manfaat Jahe Untuk Penyakit Jantung