3/1/18

Penyebab Penyakit TBC & Penularannya Yang Berbahaya!


Penyebab Penyakit TBC - Penyakit TBC dikenal sebagai penyakit yang menular dan tergolong berbahaya. Tak heran jika penyebarannya juga cukup mudah dan cepat karena bisa melalui udara. Penyakit ini bekerja dan berkembang didalam tubuh manusia diam-diam namun pasti, hingga masih banyak penderita penyakit TBC yang terenggut nyawanya.

Menurut laporan dari badan kesehatan dunia (WHO), jumlah terbesar kasus penyakit TBC ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia. Tentu angka ini bukanlah angka yang kecil, bahkan negara Indonesia menduduki peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setidaknya penderita TBC di Indonesia selalu bertambah sekitar 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal setiap tahunnya. Sungguh mengerikan bukan?

Lalu, Apa Yang Menjadi Penyebab Penyakit TBC?

Penyebab penyakit TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis yang merupakan jenis bakteri kecil dan memiliki bentuk tongkat. Bakteri ini dilindungi oleh selaput lilin yang melindunginya dari sistem pertahanan tubuh manusia yang ingin membinasakannya. Bakteri ini juga bisa hidup ditempat yang sejuk serta gelap berbulan-bulan lamanya, dan sangat menyukai tempat-tempat lembab.

Ada beberapa hal penting yang dapat dikenali dari bakteri mycobacterium tuberculosis ini, diantaranya
  • Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri yang memiliki bentuk batang dan berukuran hanya 2-4 micrometer saha, sementara untuk ukuran lebar dari bakteri ini yaitu sekitar 0,2-0,5 micrometer.
  • Proses generasi dari bakteri ini sangat lambat yaitu sekitar 15-20 jam
  • Bakteri ini bersifat parasit intraseluler fakulatif
  • Pada rantai sel bakteri terdapat tali berbentuk khas.
Bila bakteri TBC telah masuk ke paru-paru, pertempuran sengit antara sistem pertahanan tubuh dan bakteri TBC segera terjadi. Sel-sel darah putih akan segera mengepung bakteri-bakteri itu, dan menelannya. Namun, karena bakteri TBC terlindungi oleh lapisan lilin, kebanyakan dari bakteri-bakteri itu akan tetap hidup. Lalu sel-sel darah putih yang lebih besar masuk, dan mendirikan suatu “tembok pertahanan” untuk melawan penyerang-penyerang itu. Inilah yang mengakibatkan munculnya tuberkel atau benjolan kecil.

Di dalam tuberkel itu, bakteri TBC mungkin akan hidup berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Bisa jadi benjolan itu akan lenyap, dan menimbulkan sebuah lubang. Kumpulan jaringan parut yang cukup besar mungkin akan terbentuk di sekeliling bagian-bagian ini. Ini akan menghalangi aliran darah dan mengganggu fungsi paru-paru. Kalsium dan kapur mungkin juga menumpuk di dalam jaringan -jaringan ini dan juga di dalam kelenjar limfe disekitarnya sehingga membuat organ-organ itu tidak berfungsi lagi.

Bagaimana Proses Dari Penularan Penyakit TBC?
Dalam proses penyebarannya, penyakit TBC dapat terjadi dalam waktu yang sangat cepat dan mudah. Bakteri penyebab penyakit TBC akan cepat menyebar melalui udara dan kemudian akan masuk pada lingkungan lainnya seperti kedalam air dan maupun tanah. Seseorang yang terinfeksi penyakit TBC aktif akan dapat menularkan infeksi TBC kepada orang lain, sedangkan seseorang yang terkena penyakit TBC laten tidak akan dapat menularkan penyakit ini pada orang lain.

Sedangkan proses penyebaran TBC pada organ tubuh lainnya, terjadi pada saat bakteri masuk kedalam alveoli atau ruangan didalam tubuh yang dipenuhi kadar oksigen pada paru-paru, maka bakteri akan mulai berkembang didalam organ paru-paru dan proses perkembangannya sangat cepat. Setelah itu bakteri akan menyebar dan menginfeksi bagian organ tubuh lainnya melalui kelenjar limfatik dan juga aliran darah. Kemudian masuk ke ginjal, sumsum tulang belakang dan selaput otak. 

Faktor Resiko Penyebab Penyakit TBC
Terdapat sejumlah orang yang memiliki risiko penularan TBC yang lebih tinggi:
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.
  • Perokok.
  • Pecandu narkoba.
  • Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TBC aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.
Jika penderita TBC mendapatkan pertolongan dalam waktu yang relatif cepat maka biasanya akan cepat untuk disembuhkan, namun secara umum penderita TBC bisa sembuh total dalam waktu 6 bulan setelah mengkonsumsi obat-obatan primer setiap hari.

Salah satu yang dapat membantu penderita TBC sembuh adalah menghirup udara segar. Usahakan juga agar penderita TBC tidak melakukan kontak dengan siapapun agar penyakit ini tidak menular kepada orang lain. Penuhi kebutuhan nutrisi penderita TBC agar sistem kekebalan tubuhnya meningkat dan bisa melawan bakteri yang sudah menggerogoti tubuhnya. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, konsumsi juga buah-buahan dan sayuran segar, semua ini tidak lain adalah untuk mempercepat proses penyembuhan.

Penyebab Penyakit TBC & Penularannya Yang Berbahaya!